Nilai Keimanan dan Ketakwaan dalam Membentuk Perilaku Sehat untuk Mencegah Risiko Penyakit Jantung Pada Ibu Hamil
PENDAHULUAN
Kehamilan merupakan proses fisiologis yang menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh perempuan, termasuk sistem kardiovaskular. Meskipun sebagian besar merupakan adaptasi normal, kondisi tertentu seperti hipertensi, obesitas, dan diabetes dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular pada ibu dan janin. Ramlakhan et al. (2020) menjelaskan bahwa faktor-faktor tersebut berperan dalam meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular selama kehamilan.
Salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian adalah gangguan hipertensi dalam kehamilan. Wu et al. (2020) melalui systematic review dan meta-analysis terhadap 73 penelitian dengan lebih dari 13 juta perempuan menemukan bahwa riwayat hypertensive disorders of pregnancy (HDP) berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular pada masa berikutnya. Risiko penyakit kardiovaskular secara keseluruhan meningkat 1,80 kali, penyakit jantung koroner 1,66 kali, gagal jantung 2,87 kali, stroke 1,72 kali, dan hipertensi 3,16 kali dibandingkan perempuan tanpa riwayat HDP. Temuan ini menunjukkan bahwa masa kehamilan merupakan periode penting untuk mengenali dan mencegah faktor risiko kardiovaskular.
Dalam perspektif Pendidikan Agama Islam, menjaga kesehatan tidak hanya merupakan kewajiban medis, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap amanah Allah. Buku ajar Pendidikan Agama Islam untuk mahasiswa kebidanan menjelaskan bahwa tubuh manusia merupakan amanah yang harus dijaga dan dipelihara. Bagi seorang ibu hamil, tanggung jawab tersebut mencakup menjaga kesehatan diri dan janin yang dikandungnya. Dengan demikian, nilai keimanan dan ketakwaan dapat menjadi landasan dalam membentuk perilaku hidup sehat selama kehamilan.
Berdasarkan hal tersebut, esai ini membahas peran nilai keimanan dan ketakwaan dalam membentuk perilaku sehat ibu hamil sebagai upaya promotif dan preventif untuk mengurangi risiko penyakit jantung, serta penerapannya dalam praktik kebidanan berbasis bukti.
PEMBAHASAN
Keimanan dalam Islam tidak berhenti pada keyakinan dalam hati, tetapi harus diwujudkan melalui perkataan dan perbuatan. Materi Pendidikan Agama Islam menjelaskan bahwa iman memiliki konsekuensi terhadap perilaku seseorang sehingga keimanan yang baik seharusnya menghasilkan tindakan yang mencerminkan nilai-nilai yang diyakini. Dalam konteks kesehatan, keyakinan bahwa tubuh merupakan ciptaan dan amanah Allah dapat membangun kesadaran untuk menjaga tubuh melalui perilaku yang bertanggung jawab.
Ketakwaan merupakan perwujudan keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Secara etimologis, takwa berkaitan dengan makna menjaga, melindungi, dan memelihara diri dari sesuatu yang membahayakan. Konsep ini memiliki hubungan dengan perilaku kesehatan karena ibu hamil perlu berusaha melindungi dirinya dan janin dari faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kesehatan. Ketakwaan dalam konteks ini bukan berarti seseorang terbebas dari penyakit, tetapi mendorong seseorang untuk melakukan ikhtiar dalam menjaga kesehatan dan menghindari perilaku yang dapat membahayakan diri.
Salah satu landasan Al-Qur’an yang relevan adalah firman Allah Swt. dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 195:
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“Dan janganlah kamu jatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (Q.S. Al-Baqarah: 195)
Ayat tersebut tercantum dalam materi PAI dan dijelaskan sebagai landasan untuk menghindari tindakan yang membahayakan diri. Materi juga menghubungkannya dengan kewajiban menjaga kesehatan tubuh. Dalam penerapannya pada ibu hamil, ayat tersebut dapat menjadi dasar nilai agar ibu tidak sengaja mengabaikan kesehatan, misalnya dengan terus melakukan aktivitas berlebihan, mengabaikan kebutuhan istirahat, mengonsumsi sesuatu yang berisiko bagi kesehatan, atau tidak melakukan pemeriksaan ketika terdapat tanda bahaya.
Namun, ayat tersebut tidak boleh ditafsirkan secara sederhana sebagai pernyataan bahwa setiap penyakit terjadi karena seseorang tidak menjaga dirinya. Penyakit mempunyai penyebab yang kompleks, termasuk faktor genetik, fisiologis, lingkungan, sosial, dan kondisi medis. Karena itu, ayat tersebut dalam esai ini diposisikan sebagai landasan moral untuk melakukan pencegahan dan ikhtiar, bukan sebagai bukti medis mengenai penyebab penyakit jantung.
Landasan berikutnya adalah Q.S. At-Tin ayat 4:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
“Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (Q.S. At-Tin: 4)
Ayat ini juga digunakan dalam buku ajar untuk menjelaskan kemuliaan penciptaan manusia dan pentingnya menjaga tubuh sebagai anugerah Allah. Secara spiritual, kesadaran tersebut dapat mendorong ibu hamil untuk memperlakukan tubuhnya dengan penuh tanggung jawab. Kesehatan ibu selama kehamilan juga berkaitan dengan kesehatan janin sehingga menjaga tubuh dapat dipahami sebagai bagian dari pemenuhan amanah.
Prinsip tersebut diperkuat oleh hadis Rasulullah saw.:
“Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak yang harus engkau penuhi.” (H.R. Bukhari, No. 1975)
Buku ajar menjelaskan bahwa hadis tersebut menjadi dasar bahwa tubuh memiliki hak untuk memperoleh istirahat, nutrisi yang layak, dan tidak dipaksa melakukan aktivitas melebihi kapasitasnya. Bagi ibu hamil, hadis tersebut dapat menjadi dasar pembentukan perilaku hidup seimbang. Ibu perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi, istirahat, aktivitas, dan pemeriksaan kesehatan tanpa mengabaikan kondisi kehamilannya.
Hubungan antara perilaku sehat dan pencegahan risiko kardiovaskular juga didukung oleh penelitian ilmiah. American Heart Association menyatakan bahwa adverse pregnancy outcomes, termasuk gangguan hipertensi dalam kehamilan dan diabetes gestasional, berhubungan dengan peningkatan risiko faktor risiko kardiovaskular dan penyakit kardiovaskular pada masa selanjutnya. Riwayat komplikasi tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan pencegahan primer melalui pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik.
Aktivitas fisik merupakan salah satu perilaku sehat yang dapat diberikan kepada ibu hamil sesuai kondisi klinisnya. DiPietro et al. (2019) melalui umbrella review terhadap 76 systematic review dan meta-analysis menemukan bukti kuat bahwa aktivitas fisik intensitas sedang selama kehamilan dapat menurunkan risiko kenaikan berat badan gestasional berlebihan dan diabetes gestasional. Bukti mengenai penurunan risiko preeklamsia dan hipertensi gestasional masih lebih terbatas, sehingga rekomendasi aktivitas harus diberikan secara individual dan tidak boleh dilebih-lebihkan.
Penelitian yang lebih baru juga mendukung manfaat intervensi aktivitas fisik dalam mengendalikan kenaikan berat badan selama kehamilan. Grau González et al. (2024) melalui umbrella review terhadap systematic review dan meta-analysis menemukan bahwa aktivitas fisik dapat membantu mencegah kenaikan berat badan gestasional berlebihan dan retensi berat badan setelah persalinan. Program aktivitas fisik dengan intensitas sedang yang terstruktur dan sesuai kondisi ibu memberikan manfaat terhadap pengendalian berat badan.
Selain aktivitas fisik, pola makan sehat merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiometabolik. Dalam perspektif Islam, perilaku makan dapat dikaitkan dengan prinsip memilih makanan yang baik dan tidak berlebihan. Prinsip tersebut dapat diperkuat dengan Q.S. Al-A’raf ayat 31:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya, Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (Q.S. Al-A’raf: 31)
Ayat tersebut dapat digunakan sebagai landasan nilai untuk membangun pola hidup seimbang. Akan tetapi, hubungan antara ayat tersebut dengan pencegahan penyakit jantung tetap perlu dibedakan dari bukti ilmiah. Ayat memberikan prinsip moral mengenai keseimbangan, sedangkan ilmu kesehatan menjelaskan bagaimana pola makan, berat badan, tekanan darah, dan faktor metabolik berhubungan dengan risiko kardiovaskular.
Dengan demikian, nilai keimanan dan ketakwaan dapat berfungsi sebagai motivasi intrinsik untuk menjalankan perilaku sehat secara konsisten. Buku ajar secara khusus menyebutkan bahwa kesadaran spiritual bahwa kesehatan merupakan amanah dapat digunakan dalam edukasi promotif dan preventif mengenai faktor risiko penyakit kardiovaskular pada ibu hamil dan keluarga. Nilai spiritual tersebut dapat membuat perilaku kesehatan tidak hanya dilakukan karena takut terhadap penyakit, tetapi karena kesadaran bahwa menjaga tubuh merupakan bagian dari tanggung jawab kepada Allah.
Praktik kebidanan, penerapan nilai tersebut harus tetap dilakukan secara profesional dan tidak menghakimi pasien. Bidan dapat memberikan konseling mengenai pola makan seimbang, aktivitas fisik yang sesuai, istirahat yang cukup, penghindaran rokok, pemantauan tekanan darah, pengendalian kenaikan berat badan, serta pemeriksaan kehamilan secara teratur. Buku ajar menekankan bahwa edukasi tersebut dapat dikaitkan dengan pemenuhan amanah terhadap tubuh dan janin serta penguatan orientasi promotif dan preventif.
Bidan perlu memperhatikan riwayat faktor risiko pasien, terutama gangguan hipertensi dalam kehamilan (HDP), karena kondisi tersebut berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular di masa mendatang. Oleh karena itu, pemantauan faktor risiko dan edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya selama kehamilan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jangka panjang.
Prinsip ikhtiar dan tawakal juga perlu diterapkan secara seimbang. Tawakal bukan berarti pasif atau menyerahkan seluruh keadaan tanpa usaha. Materi PAI menegaskan pentingnya ikhtiar maksimal berdasarkan evidence-based practice dan menghindari sikap fatalistis. Oleh karena itu, ibu hamil tetap perlu melakukan pemeriksaan, mengikuti anjuran tenaga kesehatan, menjaga pola hidup, dan segera mencari pertolongan apabila terdapat tanda bahaya. Setelah melakukan usaha tersebut, hasil akhirnya dapat diserahkan kepada Allah sebagai bentuk tawakal.
Integrasi nilai agama dengan ilmu kebidanan pada akhirnya membentuk pendekatan yang lebih holistik. Keimanan memberikan landasan spiritual, ketakwaan mendorong ketaatan dan pengendalian diri, sedangkan ilmu kebidanan menyediakan dasar ilmiah mengenai tindakan yang aman dan efektif. Keduanya tidak saling menggantikan. Nilai agama tidak menggantikan pemeriksaan medis, sementara ilmu kesehatan tidak menghilangkan kebutuhan manusia terhadap nilai moral dan spiritual.
PENUTUP
Keimanan dan ketakwaan dapat berperan sebagai landasan dalam membentuk perilaku sehat ibu hamil. Islam memandang tubuh sebagai amanah yang harus dijaga, sehingga pemeliharaan kesehatan dapat dipahami sebagai bentuk tanggung jawab kepada Allah. Q.S. Al-Baqarah ayat 195 memberikan landasan untuk menghindari tindakan yang membahayakan diri, Q.S. At-Tin ayat 4 mengingatkan kemuliaan penciptaan manusia, sedangkan Q.S. Al-A’raf ayat 31 memberikan prinsip keseimbangan dalam makan dan minum. Prinsip tersebut diperkuat oleh hadis tentang hak tubuh yang harus dipenuhi.
Secara ilmiah, kehamilan merupakan periode penting untuk melakukan pencegahan penyakit kardiovaskular. Riwayat gangguan hipertensi dalam kehamilan terbukti berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, dan hipertensi pada masa mendatang. Perilaku sehat seperti aktivitas fisik yang sesuai, pengendalian kenaikan berat badan, pola makan sehat, istirahat yang cukup, serta pemantauan faktor risiko merupakan bagian penting dari pendekatan promotif dan preventif.
Bidan memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai keimanan dan ketakwaan dengan evidence-based midwifery. Edukasi dapat disampaikan dengan menempatkan kesehatan sebagai amanah, menjaga tubuh sebagai bentuk syukur, serta pemeriksaan dan perubahan gaya hidup sebagai bentuk ikhtiar. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membentuk perilaku sehat yang lebih konsisten sekaligus mendukung kesehatan ibu dan janin. Dengan demikian, keimanan dan ketakwaan bukan sekadar konsep spiritual, tetapi dapat menjadi landasan nilai yang memperkuat upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan kardiovaskular ibu hamil.
DAFTAR PUSTAKA
- DiPietro, L., Evenson, K. R., Bloodgood, B., Sprow, K., Troiano, R. P., Piercy, K. L., Vaux-Bjerke, A., & Powell, K. E. (2019). Benefits of physical activity during pregnancy and postpartum: An umbrella review. Medicine & Science in Sports & Exercise, 51(6), 1292–1302. https://doi.org/10.1249/MSS.0000000000001941.
- Grau González, A., Sánchez Del Pino, A., Amezcua-Prieto, C., Møller Luef, B., Vinter, C. A., Stener Jorgensen, J., & García-Valdés, L. (2024). An umbrella review of systematic reviews on interventions of physical activity before pregnancy, during pregnancy, and postpartum to control and/or reduce weight gain. International Journal of Gynecology & Obstetrics, 166(3), 915–931. https://doi.org/10.1002/ijgo.15453.
- Parikh, N. I., Gonzalez, J. M., Anderson, C. A. M., Judd, S. E., Rexrode, K. M., Hlatky, M. A., Gunderson, E. P., Stuart, J. J., & Vaidya, D. (2021). Adverse pregnancy outcomes and cardiovascular disease risk: Unique opportunities for cardiovascular disease prevention in women: A scientific statement from the American Heart Association. Circulation, 143(18), e902–e916. https://doi.org/10.1161/CIR.0000000000000961.
- Ramlakhan, K. P., Johnson, M. R., & Roos-Hesselink, J. W. (2020). Pregnancy and cardiovascular disease. Nature Reviews Cardiology, 17, 718–731. https://doi.org/10.1038/s41569-020-0390-z.
- Wu, R., Wang, T., Gu, R., Xing, D., Ye, C., Chen, Y., Liu, X., & Chen, L. (2020). Hypertensive disorders of pregnancy and risk of cardiovascular disease-related morbidity and mortality: A systematic review and meta-analysis. Cardiology, 145(10), 633–647. https://doi.org/10.1159/000508036.
- Al-Qur’an al-Karim. Q.S. Al-Baqarah: 195; Q.S. At-Tin: 4; Q.S. Al-A’raf: 31.
- Al-Bukhari, M. I. I. Shahih al-Bukhari. Hadis No. 1975.
Kontributor: Meilynda Nur Hasanah
Editor: Dr. Sumaryati, M.Pd.I.

