Integrasi Emotional, Spiritual, dan Ethical Quotient dalam Membangun Karakter Ahli Gizi Profesional
A. Pendahuluan Profesi ahli gizi saat ini tidak lagi dapat dipahami sekadar sebagai penguasa ilmu hitung kebutuhan kalori atau penyusun menu diet. Ahli gizi berhadapan langsung dengan manusia yang sedang sakit, cemas terhadap kondisi tubuhnya, atau bergumul dengan pola makan yang keliru sejak lama. Dalam situasi semacam ini, kompetensi teknis (Intelligence Quotient) semata tidak cukup…

