Pengendalian Amarah dan Pemaafan Sebagai Wujud Ketakwaan dalam Komunikasi Terapeutik Perawat

1. Pendahuluan Profesi perawat menempatkan seseorang pada situasi pelayanan yang intens, penuh tuntutan, dan sarat interaksi emosional. Perawat tidak hanya melakukan tindakan klinis, tetapi juga mendampingi pasien yang sedang takut, nyeri, cemas, kecewa, atau marah. Dalam keadaan demikian, respons emosional perawat sangat menentukan kualitas hubungan terapeutik. Amarah pada dasarnya merupakan emosi manusiawi, tetapi ketika tidak…

Read More