Mengenal Allah Melalui Keajaiban Sistem Kardiovaskular Manusia
Pendahuluan
Allah Swt. menciptakan manusia dengan tubuh yang sangat sempurna dan memiliki berbagai sistem organ yang saling berhubungan. Salah satu sistem yang memiliki peranan sangat penting adalah sistem kardiovaskular. Sistem kardiovaskular terdiri atas jantung, pembuluh darah, dan darah yang bekerja secara terkoordinasi untuk mempertahankan kehidupan. Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh, pembuluh darah menjadi jalur peredaran darah, sedangkan darah membawa oksigen dan zat-zat yang diperlukan oleh sel serta mengangkut zat sisa metabolisme. Keajaiban sistem tersebut menunjukkan bahwa tubuh manusia tidak tersusun secara kebetulan, tetapi memiliki keteraturan dan fungsi yang luar biasa.
Dalam perspektif Islam, mempelajari tubuh manusia dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal kebesaran dan kekuasaan Allah Swt. Al-Qur’an mengajak manusia untuk memperhatikan penciptaan dirinya dan alam semesta. Pengetahuan mengenai jantung dan sistem peredaran darah dapat menjadi sarana untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah sekaligus mendorong manusia untuk menjaga kesehatan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanah tubuh. Oleh karena itu, esai ini bertujuan untuk membahas keajaiban sistem kardiovaskular dari sudut pandang Islam dan ilmu kesehatan serta menghubungkannya dengan pelayanan kebidanan.
Pembahasan
Sistem kardiovaskular merupakan salah satu sistem utama dalam tubuh manusia. Jantung merupakan organ berotot yang bekerja sebagai pompa untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Jantung memiliki empat ruang, yaitu atrium kanan, ventrikel kanan, atrium kiri, dan ventrikel kiri. Darah yang mengandung sedikit oksigen dari tubuh masuk ke atrium kanan, kemudian menuju ventrikel kanan dan dipompa menuju paru-paru. Setelah memperoleh oksigen di paru-paru, darah kembali menuju atrium kiri dan diteruskan ke ventrikel kiri. Selanjutnya, ventrikel kiri memompa darah menuju seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Proses tersebut berlangsung secara terus-menerus sehingga sel-sel tubuh memperoleh oksigen dan zat gizi yang diperlukan untuk menjalankan fungsinya.
Keajaiban sistem kardiovaskular dapat direnungkan melalui firman Allah Swt. dalam QS. Qaf ayat 16:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ
Artinya: “Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf [50]: 16).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah adalah Pencipta manusia dan mengetahui keadaan manusia secara sempurna. Kata al-warid dalam ayat tersebut berkaitan dengan urat pada bagian leher. Dalam penjelasan tafsir, kedekatan Allah yang disebutkan dalam ayat bukan sekadar kedekatan secara fisik,
tetapi menunjukkan kesempurnaan pengetahuan dan pengawasan Allah terhadap manusia. Ayat ini dapat menjadi bahan perenungan bahwa bahkan organ dan pembuluh darah yang sangat penting dalam kehidupan manusia berada dalam ciptaan dan ketetapan Allah.
Selain itu, Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 78:
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl [16]: 78).
Ayat tersebut mengingatkan manusia bahwa berbagai kemampuan tubuh merupakan karunia Allah yang harus disyukuri. Dalam konteks kesehatan, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dengan menjaga tubuh, menerapkan pola hidup sehat, mencari pertolongan ketika sakit, serta menggunakan ilmu kesehatan untuk membantu sesama.
Keajaiban sistem kardiovaskular juga dapat dipahami melalui hadis Nabi Muhammad saw. Salah satu hadis yang sangat terkenal menyatakan:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika ia baik, baiklah seluruh tubuh; jika ia rusak, rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis tersebut menunjukkan pentingnya hati dalam kehidupan manusia. Para ulama menjelaskan hadis ini tidak hanya berkaitan dengan organ fisik, tetapi juga dengan keadaan hati sebagai pusat niat, iman, dan akhlak. Dengan demikian, pembahasan mengenai jantung dapat dipahami dari dua sisi: secara biologis jantung merupakan organ vital dalam sistem peredaran darah, sedangkan secara spiritual hati memiliki kedudukan penting dalam kehidupan manusia.
Dalam ilmu kedokteran, jantung memiliki mekanisme kerja yang sangat teratur. Kontraksi dan relaksasi otot jantung menghasilkan denyut jantung yang memungkinkan darah terus beredar. Sistem listrik jantung mengatur irama kontraksi sehingga atrium dan ventrikel dapat bekerja secara terkoordinasi. Pembuluh darah yang terdiri atas arteri, vena, dan kapiler juga mempunyai struktur yang berbeda sesuai dengan fungsinya. Arteri membawa darah dari jantung menuju jaringan, vena membawa darah kembali menuju jantung, sedangkan kapiler menjadi tempat pertukaran oksigen, zat gizi, dan zat sisa antara darah dan jaringan.
Sistem tersebut menjadi semakin menarik ketika dikaitkan dengan kehidupan di dalam rahim. Selama kehamilan, tubuh ibu mengalami berbagai perubahan untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin.
Volume darah meningkat dan sistem kardiovaskular ibu harus beradaptasi agar mampu memenuhi kebutuhan oksigen dan zat gizi yang semakin besar. Plasenta menjadi organ penting yang memungkinkan pertukaran oksigen, zat gizi, serta zat sisa antara ibu dan janin. Sementara itu, jantung janin mulai berkembang dan menjalankan sistem peredaran darahnya sendiri sejak masa perkembangan awal.
Dari sudut pandang keislaman, proses tersebut dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan. Manusia dapat melihat bahwa sejak awal kehidupan, tubuh telah memiliki sistem yang kompleks dan
saling berhubungan. Perkembangan janin, pembentukan organ, pembentukan pembuluh darah, dan kemampuan jantung untuk mempertahankan sirkulasi merupakan proses biologis yang dapat dipelajari melalui ilmu pengetahuan. Penelitian ilmiah mengenai hubungan antara jantung dan sistem kardiovaskular dengan Al-Qur’an dan hadis juga telah menjadi bahan kajian akademik, meskipun teks keagamaan tetap perlu dipahami berdasarkan konteks tafsirnya dan tidak dipaksakan menjadi buku anatomi atau fisiologi.
Dalam pandangan ulama, mempelajari ciptaan Allah dapat menjadi jalan untuk mengenali kebesaran-Nya. Imam Al-Ghazali, misalnya, banyak membahas pentingnya merenungkan ciptaan Allah sebagai sarana mengenal kebijaksanaan dan kekuasaan-Nya. Dengan mempelajari tubuh manusia secara ilmiah, seseorang dapat melihat adanya keteraturan, keseimbangan, dan keterkaitan antarbagian tubuh. Hal tersebut dapat menumbuhkan sikap tafakkur, yaitu merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah dengan menggunakan akal dan ilmu pengetahuan.
Pemahaman mengenai sistem kardiovaskular juga sangat penting dalam pelayanan kebidanan. Tenaga kesehatan, termasuk bidan, perlu memahami kondisi kardiovaskular ibu karena perubahan pada sistem peredaran darah dapat terjadi selama kehamilan, persalinan, dan masa nifas. Pemantauan tekanan darah, denyut nadi, tanda-tanda perdarahan, kondisi umum ibu, serta tanda bahaya lainnya merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan maternal. Pengetahuan tentang sirkulasi darah membantu tenaga kesehatan memahami kondisi pasien dan menentukan tindakan yang sesuai berdasarkan kewenangan serta standar pelayanan.
Dalam pelayanan kebidanan, aspek spiritual juga dapat mendukung pendekatan yang holistik. Ibu bukan hanya dipandang sebagai seseorang yang mengalami perubahan fisiologis, tetapi juga sebagai manusia yang memiliki kebutuhan emosional, sosial, dan spiritual. Tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan dengan sikap empati, menghargai keyakinan pasien, menjaga privasi, memberikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, serta membantu pasien merasa aman selama mendapatkan pelayanan. Dengan demikian, ilmu kesehatan dan nilai keagamaan dapat berjalan berdampingan tanpa mencampurkan batas antara penjelasan ilmiah dan penafsiran agama.
Keajaiban sistem kardiovaskular akhirnya mengajarkan manusia tentang pentingnya rasa syukur. Setiap denyut jantung yang terjadi tanpa kita sadari merupakan bagian dari mekanisme tubuh yang sangat penting bagi kehidupan. Ketika seseorang memahami bagaimana jantung memompa darah, bagaimana pembuluh darah mengedarkan darah, dan bagaimana sistem tersebut beradaptasi selama kehamilan, seseorang dapat semakin menyadari betapa berharganya kehidupan yang diberikan Allah. Kesadaran tersebut seharusnya mendorong manusia untuk menjaga kesehatan dan memberikan pelayanan terbaik kepada orang lain.
Bagi seorang calon tenaga kesehatan, khususnya mahasiswa keperawatan dan tenaga kebidanan, mempelajari sistem kardiovaskular bukan hanya untuk memperoleh pengetahuan akademik. Ilmu tersebut juga dapat menjadi sarana membangun sikap profesional dan spiritual. Ketika melihat pasien, tenaga kesehatan tidak hanya melihat penyakit atau gangguan pada organ, tetapi juga melihat manusia yang memiliki martabat dan membutuhkan pertolongan. Dengan ilmu yang benar, sikap penuh kasih sayang, serta kesadaran bahwa kesehatan merupakan amanah Allah, pelayanan kesehatan dapat diberikan secara lebih manusiawi.
Penutup
Sistem kardiovaskular merupakan salah satu bukti keteraturan dan keajaiban ciptaan Allah Swt. Jantung, darah, dan pembuluh darah bekerja secara terkoordinasi untuk mempertahankan kehidupan manusia, termasuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin selama kehamilan. QS. Qaf ayat 16 dan QS. An-Nahl ayat 78 mengingatkan manusia tentang penciptaan, kedekatan pengetahuan Allah terhadap manusia, serta berbagai karunia yang diberikan-Nya. Hadis tentang hati juga mengajarkan pentingnya menjaga hati dan kehidupan manusia secara menyeluruh. Dengan memadukan pemahaman agama dan ilmu kesehatan secara tepat, mempelajari sistem kardiovaskular dapat menjadi sarana untuk mengenal kebesaran Allah, meningkatkan rasa syukur, menjaga kesehatan, dan memberikan pelayanan kebidanan yang profesional, empatik, dan holistik
Daftar Pustaka
Al-Qur’an. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama Republik Indonesia. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Moore, K. L., Dalley, A. F., & Agur, A. M. R. (2023). Clinically oriented anatomy (9th ed.). Wolters Kluwer. Sherwood, L. (2019). Human physiology: From cells to systems (10th ed.). Cengage Learning.
World Health Organization. (2023). WHO recommendations for antenatal care for a positive pregnancy experience. World Health Organizatio
Kontributor: Aliyah Inayah Nofrizah
Editor: Dr. Sumaryati, M.Pd.I.

