Pandangan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah Tentang Thibbun Nabawi dan Relevansinya Bagi Praktik Kebidanan Modern
PENDAHULUAN
Kesehatan adalah amanah sekaligus nikmat terbesar dari Allah SWT yang wajib dijaga oleh setiap manusia. Islam tidak hanya mengatur ibadah ritual, tetapi juga mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk kesehatan. Dalam sejarah peradaban Islam, ilmu kedokteran berkembang pesat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai wahyu. Salah satu konsep pengobatan yang menjadi warisan penting adalah Thibbun Nabawi, yaitu metode pengobatan yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah Nabi Muhammad ﷺ, dan petunjuk beliau.
Tokoh sentral yang mengkodifikasi dan menjelaskan Thibbun Nabawi secara sistematis adalah Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam magnum opusnya Zaadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad khususnya pada Juz 4 bab Thibbun Nabawi (Ibnu Qayyim, n.d). Beliau memadukan dalil naqli dan aqli, sehingga pandangannya menjadi rujukan utama hingga saat ini.
Praktik kebidanan modern saat ini berkembang dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah, teknologi canggih, dan standar pelayanan. Namun tantangannya adalah seringkali aspek spiritual, kultural, dan pencegahan kurang disentuh. Padahal ibu hamil, bersalin, nifas, dan menyusui sangat membutuhkan pendekatan holistik (Sulistyawati, 2021).
Berdasarkan hal tersebut, esai ini akan mengkaji: 1) Bagaimana pandangan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tentang Thibbun Nabawi, dan 2) Bagaimana relevansi pandangan tersebut terhadap praktik kebidanan modern. Diharapkan integrasi keduanya dapat melahirkan asuhan kebidanan yang paripurna, yaitu memadukan ilmu medis dan nilai spiritual.
PEMBAHASAN
1. Biografi Singkat Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan Karya Zaadul Ma’ad
Imam Muhammad bin Abu Bakar bin Ayyub Al-Jauziyah, dikenal sebagai Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, lahir tahun 691 H di Damaskus. Beliau adalah murid utama Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Kepakarannya luas, mulai dari fiqih, tafsir, tasawuf, hingga kedokteran.
Karyanya Zaadul Ma’ad secara harfiah berarti “Bekal Perjalanan Menuju Allah”. Buku ini membahas tentang petunjuk Nabi ﷺ dalam seluruh aspek kehidupan. Pada Juz 4, beliau mengkhususkan 300+ halaman untuk membahas Thibbun Nabawi. Bagi Ibnu Qayyim, mempelajari Thibbun Nabawi adalah bagian dari memahami kesempurnaan syariat Islam (Ibnu Qayyim, n.d).
2. Konsep Thibbun Nabawi menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
Menurut Ibnu Qayyim, pengobatan dalam Islam memiliki 3 pilar utama:
a. Pembagian Jenis Pengobatan
- Thibbun Ilahi: Pengobatan yang langsung dari Allah seperti Al-Qur’an sebagai syifa’, doa, istighfar, dan sedekah.
- Thibbun Nabawi: Pengobatan yang diajarkan Nabi ﷺ berdasarkan wahyu. Contoh: berbekam, mengonsumsi madu, kurma, habbatussauda, talbinah, dan ruqyah syar’iyyah.
- Thibbun Thabi’i: Pengobatan yang berdasarkan eksperimen, pengalaman dokter, dan ilmu anatomi-fisiologi. Beliau tidak menolak ilmu ini selama tidak bertentangan dengan syariat (Ibnu Qayyim, n.d).
b. Prinsip-Prinsip Utama
- Tauhid dalam Pengobatan: “Allah adalah Asy-Syafi, obat hanya sebab”. Seorang muslim wajib berobat, namun hati tetap bertawakal.
- Preventif Lebih Utama dari Kuratif: Beliau menekankan 6 hal yang harus dijaga keseimbangannya agar tidak sakit: kualitas udara, makanan-minuman, gerak dan istirahat, tidur dan bangun, pembuangan kotoran, serta ketenangan jiwa.
- Pendekatan Holistik: Penyakit bisa berasal dari fisik, psikis, maupun gangguan jin/sihir. Maka pengobatannya harus menyentuh badan, ruh, dan hati (Al-Qarni, 2019).
c. Metode Pengobatan
Ibnu Qayyim merinci banyak sekali metode: gizi nabawi, herbal, bekam, ruqyah, doa, dan menjaga pola hidup. Semua harus disesuaikan dengan kondisi pasien, cuaca, dan tempat.
3. Relevansi Thibbun Nabawi terhadap Praktik Kebidanan Modern
Praktik kebidanan modern menganut 4 pilar: asuhan yang aman, berkualitas, berkesinambungan, dan berpusat pada ibu. Ternyata banyak sekali titik temu dengan konsep Ibnu Qayyim.
A. Masa Kehamilan / Antenatal Care
- Aspek Gizi: Ibnu Qayyim sangat menganjurkan kurma dan madu untuk ibu hamil. Beliau mengutip kisah Maryam yang diperintahkan menggoyang pohon kurma saat hendak melahirkan. Secara ilmiah, konsumsi kurma pada akhir kehamilan telah diteliti dalam beberapa penelitian klinis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kurma dapat memberikan pengaruh positif terhadap beberapa parameter persalinan, antara lain meningkatkan dilatasi serviks dan mengurangi kebutuhan terhadap induksi atau augmentasi persalinan. Sebuah uji klinis acak pada 154 ibu hamil menunjukkan bahwa konsumsi kurma pada akhir kehamilan dapat mengurangi kebutuhan augmentasi persalinan dengan oksitosin, meskipun tidak terbukti mempercepat onset persalinan secara spontan (Razali et al., 2017). Hasil tersebut juga didukung oleh tinjauan sistematis dan meta-analisis yang menemukan bahwa konsumsi kurma selama kehamilan dapat berhubungan dengan peningkatan dilatasi serviks serta pemendekan durasi kala I persalinan (Nasiri et al., 2019). Madu juga dikenal memiliki berbagai komponen bioaktif dan aktivitas antimikroba yang berpotensi mendukung kesehatan. Namun, konsumsi madu maupun kurma pada ibu hamil tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan gizi masing-masing ibu serta tidak menggantikan rekomendasi tenaga kesehatan.
- Aspek Psikologis: Beliau menekankan menjaga “jiwa” dengan dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berhusnudzon kepada Allah. Stres pada ibu hamil terbukti meningkatkan risiko hipertensi dalam kehamilan dan kelahiran prematur. Hal ini relevan dengan program Prenatal Care modern yang kini memasukkan konseling dan mindfulness (Sulistyawati, 2021).
B. Masa Persalinan / Intranatal Care
- Manajemen Energi: Anjuran talbinah yaitu bubur gandum + madu bertujuan untuk menguatkan badan. Ini sejalan dengan anjuran bidan agar ibu makan saat pembukaan 4-6 agar memiliki tenaga untuk mengejan.
- Manajemen Nyeri Non-Farmakologi: Ibnu Qayyim menempatkan doa, dzikir, dan sabar sebagai “obat” saat sakit. Teknik ini sama dengan hypnobirthing, afirmasi positif, dan guided imagery yang diajarkan di kelas prenatal modern (Varney, 2017). Tujuannya menurunkan hormon stres dan meningkatkan endorfin.
- Posisi Persalinan: Bentuk pasrah dengan bersujud, berbaring miring, dan tidak panik diajarkan beliau. Posisi all fours atau sujud saat ini direkomendasikan untuk kasus back labour karena dapat mengurangi tekanan pada tulang belakang dan membantu rotasi kepala janin.
C. Masa Nifas dan Menyusui / Postnatal Care
- ASI sebagai Makanan Sempurna: Ibnu Qayyim menyatakan bahwa ASI adalah nutrisi terbaik yang diciptakan Allah untuk bayi. Ini 100% sesuai dengan rekomendasi WHO dan Kemenkes RI tentang ASI Eksklusif 6 bulan (Kemenkes RI, 2020).
- Perawatan Luka dan Imunitas: Anjuran mengonsumsi habbatussauda dan madu untuk mendukung kesehatan dan pemulihan dapat dikaitkan dengan penelitian mengenai kandungan bioaktif Nigella sativa. Salah satu senyawa aktif utama dalam habbatussauda adalah thymoquinone, yang dalam penelitian eksperimental diketahui memiliki aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan melalui berbagai mekanisme molekuler. Tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa thymoquinone dapat memengaruhi berbagai jalur yang berkaitan dengan respons inflamasi, termasuk regulasi sitokin proinflamasi dan jalur NF-κB (Majdalawieh & Fayyad, 2015; Umar et al., 2021). Selain itu, tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap uji klinis menunjukkan bahwa suplementasi Nigella sativa berpotensi menurunkan beberapa penanda inflamasi, seperti C-reactive protein (CRP) dan tumor necrosis factor-alpha (TNF-α), serta memperbaiki beberapa penanda status antioksidan (Kavyani et al., 2023). Meskipun demikian, bukti tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyatakan bahwa habbatussauda secara langsung mempercepat penyembuhan luka pada ibu nifas. Oleh karena itu, penggunaannya sebaiknya diposisikan sebagai bagian dari pendekatan komplementer dan tidak menggantikan perawatan medis atau kebidanan yang telah terbukti efektif.
- Masa Pemulihan: Beliau menekankan ibu nifas harus dijaga dari “angin” dan kelelahan, banyak istirahat, dan menjaga kebersihan. Ini identik dengan standar perawatan nifas modern: mobilisasi bertahap, perawatan luka perineum, dan pencegahan infeksi (Sulistyawati, 2021).
D. Paradigma Integratif
Bidan modern tidak boleh meninggalkan ilmu kedokteran. Namun Thibbun Nabawi dapat menjadi complementary and alternative therapy. Contoh implementasinya:
- Saat ANC: memberikan edukasi gizi + anjuran konsumsi kurma 7 butir di trimester 3
- Saat bersalin: memutar murottal, membimbing dzikir, dan menciptakan suasana tenang
- Saat nifas: menganjurkan konsumsi habbatussauda dan mengajari doa-doa untuk kesembuhan
Asuhan tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga menyentuh hati dan keyakinan ibu.
4. Analisis Kritis
Kelebihan konsep Ibnu Qayyim adalah sifatnya yang universal, murah, mudah diakses, dan tidak menimbulkan efek samping. Kelemahannya jika dipahami secara tekstual tanpa ilmu, bisa menimbulkan penolakan terhadap medis. Oleh karena itu, Ibnu Qayyim sendiri menyatakan: “Gunakan dokter yang ahli, karena itu bagian dari tawakal”.
Jadi relevansi terbesarnya adalah pada aspek preventif, promotif, dan psikospiritual yang saat ini menjadi fokus SDGs dan program Kemenkes.
PENUTUP
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah melalui kitabnya Zaadul Ma’ad telah meletakkan dasar-dasar Thibbun Nabawi 7 abad yang lalu. Konsep beliau tentang keseimbangan ikhtiar-tawakal, pencegahan penyakit, gizi nabawi, dan kesehatan jiwa sangat relevan dengan tantangan praktik kebidanan modern.
Integrasi Thibbun Nabawi dalam asuhan kebidanan bukan berarti mengganti teknologi medis, melainkan melengkapinya dengan sentuhan spiritual dan kultural. Dengan demikian bidan tidak hanya berperan sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai sahabat dan penguat iman bagi ibu.
Sebagaimana firman Allah SWT:
وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ ٦٨ ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنْ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ٦٩
“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di pegunungan, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perutnya keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.” (QS. An-Nahl: 68–69).
Wallahu a’lam bishawab.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qarni, A. (2019). Pengantar Thibbun Nabawi: Pengobatan ala Nabi. Pustaka Al-Kautsar.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. (n.d.). Zaadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad (Juz 4). Muassasah Ar-Risalah.
Kavyani, Z., et al. (2023). The effect of Nigella sativa (black seed) on biomarkers of inflammation and oxidative stress: An updated systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials. Inflammopharmacology, 31(3), 1149–1165. https://doi.org/10.1007/s10787-023-01213-0
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Buku ajar asuhan kebidanan kehamilan, persalinan, nifas dan menyusui. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Majdalawieh, A. F., & Fayyad, M. W. (2015). Immunomodulatory and anti-inflammatory action of Nigella sativa and thymoquinone: A comprehensive review. International Immunopharmacology, 28(1), 295–304. https://doi.org/10.1016/j.intimp.2015.06.023
Nasiri, M., Gheibi, Z., Miri, A., Rahmani, J., Asadi, M., Sadeghi, O., Maleki, V., & Khodadost, M. (2019). Effects of consuming date fruits (Phoenix dactylifera Linn) on gestation, labor, and delivery: An updated systematic review and meta-analysis of clinical trials. Complementary Therapies in Medicine, 45, 71–84. https://doi.org/10.1016/j.ctim.2019.05.017
Razali, N., Mohd, S. A., et al. (2017). Date fruit consumption at term: Effect on length of gestation, labour and delivery. Journal of Obstetrics and Gynaecology, 37(5), 595–600. https://doi.org/10.1080/01443615.2017.1283304
Sulistyawati, A. (2021). Asuhan kebidanan pada masa kehamilan. Salemba Medika.
Umar, S., et al. (2021). Anti-inflammatory effects of thymoquinone and its protective effects against several diseases. Biomedicine & Pharmacotherapy, 138, 111492. https://doi.org/10.1016/j.biopha.2021.111492
Varney, H. (2017). Buku ajar asuhan kebidanan (Edisi ke-4). EGC.
Kontributor: Frecyneka Amelia
Editor: Dr. Sumaryati, M.Pd.I.

